Showing posts with label teman curhat. Show all posts
Showing posts with label teman curhat. Show all posts

10 Tips Agar Kamu Tetap Produktif Meskipun Sedang Tidak Bersemangat dan Merasa Tidak Berguna


If you always do what you’ve always done, you’ll always get what you’ve always got. Henry Ford.

Di kantor, jam 10 pagi, udah ngehabisin 2 cangkir kopi, dan kamu masih aja stuck, nggak ada ide, nggak bersemangat kerja. Akhirnya kamu capek, ya capek fisik ya  capek pikiran juga. Baca kata-kata motivasi dari Instagram ? Lihat meme-meme lucu biar ceria lagi ? Masak tiap hari harus kayak gitu ? Itu sama saja kayak kamu harus minum obat kuat dulu setiap akan mesra-mesraan bareng istri.

Kerja memang butuh semangat, tapi tentu saja ada saatnya tubuh dan pikiran kamu merasakan lelah yang luar biasa. Kalau udah stuck, nggak ada ide, itu merupakan kode dari tubuh dan pikiran kamu untuk woles sejenak.

Oke, mungkin beberapa cangkir kopi memang bisa membuat semangat kerja kamu kembali secara instan. Tapi sebenarnya ada caranya kok agar kamu bisa tetap produktif meskipun sedang tidak bersemangat, depresi, dan merasa tidak berguna. Dengan menjalankan tips ini memang hasilnya tidak bisa langsung dilihat seketika, tapi secara rutin dengan menjalani tips ini maka kamu akan bisa bertransformasi menjadi orang yang lebih produktif dan sukses !

Istirahat yang cukup
Tubuh ibarat mesin. Mesin yang keren dan di dalamnya terdapat komponen-komponen yang butuh perawaatan dan istirahat. Sama seperti sebuah komputer atau laptop yang kamu matikan setiap kamu selesai mengerjakan tugas-tugas kantor, tubuhmu juga harus istirahat setelah lelah seharian dipaksa kerja demi mengisi perut dan dompetmu. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa tidur malam yang berkualitas dapat membersihkan “racun” di otak akibat pekerjaan yang stressfull. Tidur malam yang berkualitas baik adalah tidur nyenyak dengan durasi 7-8 jam.

Berpikir saat kamu sedang makan
Bukan, bukan mengkhayal atau memikirkan tugas-tugas kantor atau teman-teman yang menyebalkan ! Berpikir saat kamu sedang makan di sini maksudnya adalah memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang sedang kamu makan, atau yang kerap disebut mindful eating. Mindful eating mengajak kamu untuk memikirkan makanan apa yang sedang kamu konsumsi, dari mana asal makanan yang sedang berada di piring kamu, apa manfaat dari makanan yang akan kamu konsumsi ini, dan sebagainya, jadi apa-apa saja yang kamu makan tidak hanya untuk membuatmu kenyang, tapi juga dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Dan penelitian juga membuktikan bahwa cara ini bisa membuat kamu lebih bersemangat, mengurangi stress, dan juga bisa untuk diet.

Jangan minum kopi terus
Kafein adalah stimultan yang bisa mempengaruhi sistem saraf. Makanya kalau habis minum kopi, jantung akan terasa berdegup lebih kencang, akibatnya kayak ngantuknya hilang. Bagus sih jadi lumayan fokus lagi, tapi efeknya kamu bisa makin capek. Jadi coba deh diganti dengan cara yang lebih alami, misalnya dengan olahraga ringan dan meditasi. Kalau belum bisa move on dari kopi, pelan-pelan ganti minuman kopi dengan pengharum ruangan beraroma kopi atau bisa juga pakai bubuk kopi untuk luluran di pagi hari.

Tetap aktif bergerak, jangan duduk terus !
Dengan terus aktif dan bergerak dapat meningkatkan semangat, mengurangi stres, menjaga daya ingat, dan kecerdasaan otak. Kamu bisa pilih bersepeda, lari-lari kecil, olahraga ringan atau yoga. Olahraga di pagi hari sebelum bekerja juga bagus lho !

Meditasi
Sudah banyak artikel yang menganjurkan meditasi untuk mengurangi stress dan meningkatkan semangat. Itu semata-semata karena memang benar bahwa dengan meditasi mood kamu bisa membaik. Dan pada akhirnya kamu bisa semangat terus buat cari duit.

Lakukan apa yang membuat kamu bahagia
Kerja terus-terusan, sampai lembur pun juga dilakukan mungkin memang bisa membuat rekeningmu gendut dan disukai atasan, tapi tak jarang hal tersebut membuat esensi dari kebahagiaan kamu berkurang, apalagi kalau kamu malah jatuh sakit, duit lemburan justru bisa habis buat biaya opname di rumah sakit. Jadi nggak usah ngoyo-ngoyo lah kalau kerja ! Kalau udah capek ya istirahat, nggak usah sok-sokan lembur. Pulang kerja beli es krim lah, belanja lah, nonton film lah, karaoke lah, lakukan apa yang membuat kamu bahagia.

Ikuti kata hati
Saat kamu hendak membuat keputusan besar, wajar bila kamu merasa bingung harus memutuskan apa. Cobalah untuk mulai mengikuti kata hatimu untuk menentukan keputusan tersebut. Biasanya tubuh dan pikiran kita sendiri yang tahu kebutuhan dan kemampuan kita. Jika kamu merasa jenuh, ambil tas dan pergilah berlibur, itulah yang dibutuhkan tubuh dan pikiranmu. Mulailah bersikap jujur tentang perasaan kamu dan ikutilah kata hati kamu.

Lakukan sesuatu yang baru
Rutinitas yang itu-itu saja pasti membuat kamu jenuh, bosan, dan kurang menantang. Maka coba lakukan sesuatu yang baru. Bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, misalnya berangkat ke kantor dengan rute yang berbeda dari biasanya. Coba hal tersebut sekali seminggu. Pengalaman baru akan semakin membuka wawasanmu dan cara berpikirmu.

Belajar hal baru
Hampir sama dengan poin sebelumnya, belajar hal yang baru akan lebih membuat kamu open minded, dan mamacu kreatifitasmu yang mungkin selama ini terpendam, tertutup oleh file-file kantor yang menjemukan. Mulai dari hal kecil misal belajar masak atau belajar menjahit dari YouTube. Kalau mau yang lebih serius, coba saja ambil kelas kursus, siapa tahu malah bisa mengantarkanmu ke karier yang lebih menyenangkan dan menjanjikan. Who knows ?

Bergaul dengan orang-orang yang tepat
Semua tips di atas bisa hancur berantakan dan gagal total kalau kamu bergaul dengan teman-teman yang salah. Mereka adalah teman-teman yang hanya membuat kamu stuck, terpuruk, dan bisa membuat potensi suksesmu sirna. Maka dari itu mulailah mundur teratur dari orang-orang yang kamu rasa hanya memberikan efek negatif dalam hidup kamu. Bergaulah dengan orang-orang yang tepat dan mendukungmu untuk meraih mimpi besarmu !



Baca Juga Artikel Seru Lainnya :





Teman Kamu Suka Komentarin Segala Hal yang Kamu Lakukan ? Kenali Mana Komentar yang Membangun dan Mana yang Menjatuhkan dengan Membaca Panduan Ini !


Pernah nggak sih kamu punya teman yang doyan banget komentar ? Komentarin baju kamu yang noraklah kayak “eh baju kamu norak banget, jadi kelihatan culun” atau komentarin gaya ngomong kamulah, seperti “payah banget sih, ngomong gitu aja nggak bisa.”

Tapi kamu tahu nggak sih kalau tiap komentar bisa memberikan efek yang berbeda-beda ? Ada komentar-komentar yang bisa membuat kamu semangat untuk menjadi lebih baik, tapi nggak sedikit pula komentar-komentar yang justru akan membuat kamu semakin terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.

Contohnya kayak komentar yang di atas tadi, “eh baju kamu norak banget, jadi kelihatan culun.” Komentar seperti ini cenderung akan membuat si orang yang dikomentarin menjadi down dan tidak percaya diri. Akan lebih baik jika memberikan komentar yang lebih positif, seperti “kamu lebih cantik kalau pakai baju warna merah”. Meskipun maksudnya sama, yaitu baju yang sedang dipakai tidak bagus, tapi komentar yang kedua bisa membuat orang yang sedang memakai baju jelek tersebut merasa memiliki pilihan lain yakni dengan ganti baju warna merah.    

Nah, kamu juga bisa kok mengenali mana komentar yang menjatuhkan dan mana komentar yang membangun dengan membaca tipe-tipe komentar yang menjatuhkan dan komentar yang membangun berikut ini !

Ketika kamu belum dapat pacar sampai sekarang
Komentar yang Menjatuhkan (-) “Nggak ada yang mau pacaran sama kamu.”
Komentar yang Membangun (+) “Kamu harus berusaha lebih keras lagi.”

Ketika kamu merencanakan sesuatu yang besar, namun kamu ragu dengan kemampuanmu
(-)  “Kamu nggak bakal bisa.”
(+)  “Coba dimatangkan rencananya, dan realisasikan”

Ketika kamu bimbang, harus kerja di bidang yang nggak kamu suka atau harus mengikuti passion
(-)  “Persetan dengan passion, yang penting gaji kamu gede !”
(+)  “Lakukan apa yang membuat kamu bahagia, ikuti passion kamu.”

Ketika kamu udah kerja keras dan akhirnya mendapat gaji yang besar
(-)  “Kamu gampang banget bisa dapat gaji gede, ngasih apa sama boss ?”
(+)  “Kamu emang layak mendapatkannya”

Ketika kamu mendapat masalah besar
(-)  “Masalah kamu masalah kecil, nggak ada apa-apanya dengan masalahku”
(+)  “Aku tahu kamu pasti bisa mengatasi masalah ini”

Ketika kamu telah mengambil keputusan yang salah
(-)  “Apa aku bilang, kamu sih nggak dengerin omonganku !”
(+)  “Kesalahan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk kamu, agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.”

Ketika kamu ragu untuk mengambil keputusan
(-)  “Nanti kamu bisa ditolak lho !”
(+)  “Kalau kamu suka, ya ngomong aja”

Ketika kamu payah banget main alat musik
(-)  “Kamu nggak punya bakat”
(+)  “Kamu hanya butuh banyak latihan”

Ketika kamu gagal lagi
(-)  “Kamu sih, nggak becus”
(+)  “Kamu bisa belajar dari kegagalan ini”

Ketika kamu udah berada di zona nyaman, dan kemudian ada kesempatan yang lebih baik
(-)  “Udahlah nggak usah diambil, udah enak gini, nggak usah macam-macam !”
(+)  “Ini kesempatan bagus buat kamu. Coba aja !”



Baca artikel lainnya juga yuk !







Kenapa Sih Gampang Banget Ketemu Orang Brengsek dan Susah Banget Ketemu Orang Baik ?


Jadi brengsek itu mudah, caranya adalah gak usah peduli pada apapun dan  siapapun. Kamu gak perlu memikirkan apa akibat dari perbuatanmu terhadap perasaan orang lain. Kamu gak perlu peduli pada konsekuensi dari perbuatanmu. Misalnya, sehabis minum air kemasan, buang aja botolnya sembarangan di jalan, gak usah peduli apa kata orang. Atau kamu cuek aja waktu ngerokok di tempat umum yang lagi penuh sesak orang.

Sedangkan untuk menjadi orang baik sedikit lebih susah. Karena tak jarang orang baik harus mau mengorbankan hati, waktu, dan usaha. Imbalannya juga kadang gak sebanding dengan usaha yang orang baik tersebut lakukan.

Nah, karena untuk menjadi orang brengsek itu jauh lebih mudah daripada menjadi orang baik, maka kita lebih sering berhadapan dengan orang – orang nyebelin di berbagai tempat. Sebut saja di kelas, di kampus, di kantor, di dunia percintaan, di sebelah kamu, dan masih banyak tempat lainnya.
Orang brengsek gak cuma cowok, cewek juga banyak, mereka bisa jadi merupakan teman kita sendiri, yang sering jalan bareng sama kita, yang sering ke salon bareng kita, tapi ketika kita gak ada di sekitarnya, mereka ngomongin yang jelek – jelek tentang kita. Mati aja deh temen kayak gitu, ya nggak ?

Orang – orang baik bak malaikat penolong sepertinya justru banyak yang sembunyi, mungkin mereka merasa takut dan trauma karena kebaikannya justru sering dimanfaatkan dan diremehkan banyak orang.

Lantas apalagi ya yang membuat kita lebih mudah bertemu orang – orang brengsek dan nyebelin dan susah banget bertemu dengan orang baik ? Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi jawabannya !

Orang brengsek seringkali kita temukan di tempat – tempat seru, khususnya yang menyediakan minuman beralkohol

Habitat orang – orang brengsek gak jauh – jauh dari bar dan klub malam. Yang notabene menyediakan minuman beralkohol. Udah banyak kan yang bilang kalau minum alkohol itu bisa merubah orang. Orang yang tadinya baik pun kalau udah minum miras bukan gak mungkin jadi beringas.

Ini tidak berarti semua orang yang sering datang ke bar dan klub malam semuanya orang brengsek lho ! Hanya saja kesempatan kamu untuk ketemu orang – orang brengsek dan nyebelin persentasenya sangat tinggi.

Orang menjadi brengsek karena orang brengsek yang lain

Orang brengsek itu seperti zombie, atau seperti virus menular. Cepat menyebar. Ketika kamu berada di sekitar orang – orang nyebelin, kamu bisa saja menjadi orang nyebelin juga. Misalnya kamu setiap hari mendengar teman – temanmu ngegosip, awalnya kamu sebel, tapi daripada kamu jadi bahan gunjingan, kamu pun akhirnya ikut mereka ngegosipin orang lain.

Bukannya kamu menghindari hal – hal yang membuatmu terganggu, kamu justru menjadi bagian di dalamnya. Fenomena ini disebut “compulsion to repeat the trauma.” Hal ini kerap terjadi pada pelaku pelecehan seksual yang dulu pada masa kecilnya menjadi korban pelecehan juga.

Jika kamu pernah dilukai, peluang kamu melukai orang lain akan semakin besar. Tetapi tentu saja hal tersebut tidak berlaku pada semua orang, namun pasti ada yang seperti itu.

Media mengajarkan laki – laki untuk menjadi brengsek

Media massa, baik cetak maupun elektronik dan juga media sosial sangat banyak mengekspos payudara dan pantat, menjadikan tubuh wanita menjadi objek yang lazim dilihat. 

Berbagai film juga secara terang – terangan menjadikan tubuh wanita menjadi objek seksual. Gambar, foto dan video yang isinya wanita sexy diindikasikan membuat laki – laki merasa wajar untuk melakukan pelecehan seksual dan menganggap semua wanita bisa dilecehkan. Padahal tidak !

Orang baik takut disakiti (lagi dan lagi) oleh orang – orang brengsek dan menyebalkan, jadi mereka memilih untuk sembunyi saja

Mungkin sebenarnya banyak sekali orang baik di luar sana, tapi bisa saja mereka justru pernah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan akibat kebaikan hati mereka. Misalnya saja kita pernah disakiti padahal kita sudah berbaik hati, biasanya kita enggan untuk berbaik hati lagi karena takut akan disakiti lagi. Contoh lagi, kamu pernah meminjamkan buku kepada teman sekelas, dia meminjam buku kepada kamu karena tahu kamu pasti akan dengan senang hati meminjamkannya, tapi justru teman tersebut tidak mengembalikan buku kamu itu dan parahnya lagi teman kamu tersebut enggan mengembalikan buku karena kamu baik hati dan tidak mungkin akan meminta bukumu kembali. Damn, mati aja deh temen kayak gitu, ya nggak ?

Orang baik itu seperti permata yang sangat berharga, sangat jarang ditemukan. Dan ketika kamu memiliki orang – orang baik di sekitar kamu, jagalah dia dan jangan sakiti hatinya, serta jangan manfaatkan kebaikan hatinya untuk kepentinganmu belaka. Karena sekali saja mereka disia – siakan, mereka akan lelah dan mungkin akan enggan bertemu dengan kamu lagi. Dan mereka akan memilih untuk sembunyi saja daripada bertemu dan berteman dengan orang – orang brengsek nan menjengkelkan.

Meskipun orang baik susah dijumpai akhir – akhir ini, tapi bukan berarti kamu tidak bisa menemukan mereka. Jika kamu layak menjadi bagian dari orang – orang baik, mereka pun akan senantiasa berada di sekeliling kamu. Kamu hanya harus bersabar dalam proses mencari mereka, karena akan lebih baik jika mencari batu permata daripada harus bersama terus dengan batu – batu tak berharga.

Baca juga artikel lainnya :

Mengapa Semakin Dewasa, Kita Semakin Membenci Banyak Orang (Dan Mengapa Itu Gak Masalah)




Mengapa Semakin Dewasa, Kita Semakin Membenci Banyak Orang (Dan Mengapa Itu Gak Masalah)

Beberapa orang mungkin setuju dan sebagian lainnya mungkin tidak setuju dengan judul di atas, it’s okay,bebas. Tapi bagi saya, semakin dewasa atau semakin tua, saya semakin membenci banyak orang. Dulu waktu masih kecil, saya memiliki banyak teman sebaya, kebanyakan dari tetangga – tetangga di komplek, kami bermain bersama, bergurau bersama.

Lalu ketika masuk masa sekolah, beberapa teman sepermainan mulai menghilang satu persatu, ada yang karena pindah rumah, beda sekolah, dan juga ada yang tidak bisa sekolah. Memang sih ganti berteman dengan anak – anak satu kelas dan beberapa teman dari kelas lain. It was fun, tapi saat itu juga tetap ada jarak, misalnya status sosial yang dilihat dari gadget yang dibawa, kendaraan yang digunakan, dan sebagainya. Ada juga kelompok – kelompok yang dibedakan antara tingkat kecerdasan seseorang, ada geng anak pintar dan ada geng hura – hura. Belum lagi ditambah dengan yang dibedakan oleh tingkat kepopuleran, ada geng idola yang isinya anak – anak keren, ganteng atau cantik dan ada juga kelompok anak – anak cupu yang kerap dibully dan menjadi satu komunitas karena kesamaan nasib.

Lalu saya masuk kelompok yang mana ?

Dari dulu saya merasa cukup mudah berteman dengan siapa saja. Saya pun memiliki banyak teman baik dan sudah saya anggap sahabat. Saya sangat bersyukur bisa memiliki banyak sahabat seperti mereka. Kami biasa bersama – sama kemana saja, ke mall, dugem, dan sebagainya. Kami pun berangan – angan suatu saat ketika salah satu dari kami menikah, semua bisa datang, menjadi pagar ayu atau semacam tamu VIP di acara pernikahan.

Tapi tak jarang kenyataan tak sesuai harapan. Saya dan mereka memiliki masalah masing – masing. Terkadang masalah itu membuat kami makin kuat karena saling mendukung, tapi seringkali masalah – masalah itu juga yang membuat persahabatan kami renggang.

Dan seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya usia, banyak orang – orang yang kita sayang justru meninggalkan kita, banyak orang – orang yang kita percaya justru mengkhianati kita.
Dari situ kadang kita merasa tidak ada orang yang benar – benar bisa kita sayang, tidak ada orang yang bisa kita percaya. Mungkin yang salah bukan mereka, saya. Tapi disini saya tidak membahas salah saya salah mereka, atau menyalahkan situasi, yang ingin saya katakan adalah ketika kita dewasa atau semakin tua mengapa kita semakin membenci banyak orang, dan apakah hal itu tidak wajar ? Mungkin hal ini bisa menjelaskan alasannya !

Semakin tua, kamu semakin malas bertemu orang – orang bermuka dua

Ketika kamu masih muda, kamu hanya mau berteman, dengan banyak orang. Kita juga terlalu mempedulikan apa yang orang pikir tentang kita. Kita bahkan mau – mau saja melakukan berbagai hal yang memalukan, ceroboh, dan destruktif hanya untuk membuat orang lain senang dengan kita. Kita sangat ingin menjadi kelompok yang dianggap keren.

Hal – hal tersebut sebenarnya justru membuat sebuah persahabatan menjadi rusak. Kita tidak menjadi diri sendiri, kita menjadi orang lain agar bisa diterima. Kalau mengarah ke hal yang baik maka it’s okay, tapi kalau ke arah yang buruk ?

Nah, semakin tua, kita kadang malas atau terlalu lelah untuk menjadi orang lain. Jika orang lain tidak bisa menerima kita apa adanya ya sudah. Kalau kata Kurt Cobain, “lebih baik saya dibenci karena menjadi diri saya sendiri, daripada dicintai karena menjadi orang lain”.

Semakin tua, kamu semakin malas memiliki teman baru


Bisa dibilang, sekarang saya sudah sampai pada titik dimana mencari teman baru bukan menjadi prioritas hidup saya. Saya sudah cukup tahu bagaimana orang – orang bisa berubah dari yang senyum – senyum baik hingga senyum sambil menusuk punggungmu dari belakang. Saya tidak sudi masuk lagi dalam pusaran badai pengkhianatan seperti itu lagi. Saya sudah muak.

Saya tegaskan, saya bukan orang yang tertutup. Saya masih menjadi pendengar yang baik dari teman – teman yang lain. Saya masih suka ngobrol dengan mereka, saya masih bisa shopping bareng, have fun bareng. Tapi cukup sampai di situ saja, tidak lebih. Saya tidak mau mereka masuk terlalu jauh ke dalam kehidupan saya. Saya tidak menceritakan rahasia – rahasia saya. Love all trust none.

Semakin tua, kamu semakin sulit percaya dengan orang lain

Saat kamu masih kecil, kamu mungkin berharap agar semua orang berbaik hati padamu, tulus mencintaimu, tapi ketika kamu sudah beranjak dewasa kamu akan tahu sifat – sifat buruk mereka.

Lucu sih kadang kalau ingat beberapa teman pergi ketika kita sebenarnya membutuhkan mereka, menaruh kepercayaan pada mereka, tapi mereka justru pergi, menghindar, atau pura – pura tidak tahu. Tapi untunglah dengan begitu saya jadi tahu sifat buruk mereka, saya jadi tahu mana teman yang benar – benar teman, dan mana teman yang palsu.

Saya harus mulai hati – hati memilih teman, saya harus pandai – pandai menilai mana teman yang bisa dipercaya dan mana teman yang tidak bisa dipegang omongannya. Dan untuk orang – orang palsu yang pernah ada di kehidupan kamu, udahlah ditinggalkan aja.

Semakin tua, kamu semakin tidak peduli pada orang lain

Masa di mana kamu berhenti terlalu peduli terhadap orang lain dan mulai mencintai diri sendiri dan keluarga adalah masa di mana keadaan akan menjadi lebih baik. Itu ibaratnya seperti kamu sedang berada di jalan antara kedewasaan yang mentah menuju kedewasaan yang matang.

Kamu berhenti mempersilakan orang lain untuk mengatur hidupmu dan mulai mencintai diri sendiri. Anggap saja begini, ketika kamu sudah tidak bisa diatur – atur lagi, mereka akan lelah sendiri untuk mengusikmu.  


Teman akan meninggalkanmu, tapi kamu sendiri tidak akan meninggalkanmu. Simple.


Cari Artikel